in Informasi Terkini
25. 01. 04

Marching band

 

Lomba Marching Band: Harmoni Musik dan Kekompakan Tim

Marching band adalah salah satu seni pertunjukan yang memadukan musik, tarian, dan formasi barisan. Lomba marching band menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar, komunitas seni, hingga organisasi untuk menampilkan kreativitas dan keterampilan mereka. Di setiap kompetisi, para peserta tidak hanya diukur dari kualitas musik yang dihasilkan, tetapi juga kekompakan tim, inovasi koreografi, dan semangat juang yang mereka tunjukkan.

Persiapan Menuju Lomba Marching Band

Persiapan menjadi kunci kesuksesan dalam lomba marching band. Berikut adalah tahapan yang biasanya dilakukan:

1. Latihan Teknik Musik

Setiap anggota marching band harus menguasai teknik memainkan alat musik, seperti alat tiup (terompet, tuba, klarinet), perkusi, hingga alat musik tambahan lainnya. Latihan intensif dilakukan untuk memastikan setiap nada terdengar sempurna.

2. Formasi dan Koreografi

Keindahan marching band terletak pada perpaduan antara musik dan gerakan. Tim biasanya bekerja sama dengan pelatih atau koreografer untuk menciptakan formasi yang unik dan sesuai dengan tema yang diusung.

3. Kekompakan Tim

Lomba marching band menuntut koordinasi yang tinggi. Semua anggota, mulai dari pemain alat musik hingga colour guard, harus bergerak dalam harmoni. Latihan rutin menjadi cara efektif untuk membangun kekompakan.

4. Kostum dan Properti

Desain kostum yang menarik dan properti yang mendukung tema menjadi elemen penting dalam penampilan marching band. Kombinasi visual ini dapat menambah nilai estetika di mata juri dan penonton.

Kriteria Penilaian dalam Lomba Marching Band

Dalam lomba marching band, juri menilai peserta berdasarkan berbagai aspek, seperti:

  • Kualitas Musik: Keselarasan nada, dinamika suara, dan teknik bermain.
  • Formasi dan Visualisasi: Kreativitas koreografi, kerapian barisan, dan efektivitas gerakan.
  • Ekspresi dan Semangat: Kemampuan menyampaikan emosi dan energi melalui penampilan.
  • Kekompakan Tim: Sinkronisasi gerakan dan musik dari seluruh anggota.

Manfaat Mengikuti Lomba Marching Band

Berpartisipasi dalam lomba marching band memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  1. Pengembangan Keterampilan: Peserta meningkatkan kemampuan bermusik, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
  2. Menanamkan Disiplin: Latihan yang konsisten melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
  3. Ajang Kreativitas: Setiap lomba menjadi peluang untuk mengekspresikan ide-ide baru dalam bentuk musik dan gerakan.
  4. Pengalaman Berharga: Kompetisi ini memberikan kenangan dan pelajaran yang membekali peserta di masa depan.
in Informasi Terkini
25. 01. 04

Foto4

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di MTs Ihyaul Ulum: Membentuk Generasi Berkarakter dan Cinta Tanah Air

Upacara pengibaran bendera merah putih merupakan tradisi mingguan yang rutin dilaksanakan di MTs Ihyaul Ulum. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna mendalam untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan rasa cinta tanah air kepada seluruh warga sekolah.

Pelaksanaan Upacara di MTs Ihyaul Ulum

1. Persiapan Sebelum Upacara

Sebelum upacara dimulai, para petugas, termasuk pasukan pengibar bendera (Paskibra), pembaca doa, dan pemimpin upacara, melakukan persiapan dengan matang. Mereka mendapatkan bimbingan dari guru pembina untuk memastikan jalannya upacara berlangsung lancar dan khidmat.

Siswa diwajibkan memakai seragam rapi sesuai jadwal, dengan atribut lengkap, seperti dasi dan topi, sebagai bentuk penghormatan kepada simbol negara.

2. Jalannya Upacara

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 di lapangan sekolah. Berikut adalah rangkaian kegiatan:

  • Barisan dan Laporan: Seluruh siswa berbaris rapi sesuai kelas masing-masing. Pemimpin upacara menerima laporan dari tiap ketua barisan.
  • Pengibaran Bendera Merah Putih: Bendera dikibarkan oleh petugas Paskibra dengan iringan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana hening dan penuh khidmat terasa saat semua peserta berdiri tegak menghormati bendera.
  • Pembacaan Teks Pancasila: Salah satu siswa memimpin pembacaan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta upacara.
  • Amanat Pembina Upacara: Kepala madrasah atau guru pembina menyampaikan amanat yang berisi pesan-pesan pendidikan, motivasi, dan informasi penting terkait kegiatan sekolah.
  • Pembacaan Doa: Upacara diakhiri dengan pembacaan doa untuk mendoakan bangsa dan keberhasilan seluruh warga sekolah.

3. Evaluasi dan Penutup

Setelah upacara selesai, pembina memberikan evaluasi singkat kepada para petugas dan peserta untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan upacara di minggu berikutnya.

Makna dan Manfaat Upacara

Upacara pengibaran bendera bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi memiliki banyak manfaat:

  • Menanamkan Nasionalisme: Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk mencintai bangsa dan negara Indonesia.
  • Meningkatkan Disiplin: Kegiatan yang terjadwal dan terstruktur membantu siswa menjadi lebih disiplin dalam mengikuti aturan.
  • Membentuk Karakter: Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerjasama, dan rasa hormat diajarkan secara langsung dalam setiap proses upacara.
  • Wadah Pengembangan Diri: Bagi siswa yang menjadi petugas, kegiatan ini melatih kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, dan keterampilan kepemimpinan.

Dukungan dari Pihak Sekolah

MTs Ihyaul Ulum memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan upacara ini. Sekolah menyediakan pelatihan khusus bagi Paskibra, melibatkan guru sebagai pembimbing, dan memastikan fasilitas, seperti pengeras suara dan tiang bendera, selalu dalam kondisi baik.

Kesimpulan

Upacara pengibaran bendera di MTs Ihyaul Ulum adalah salah satu wujud nyata dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, dan mencintai tanah air. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya nasionalisme, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang akan membekali mereka di masa depan.

in Informasi Terkini
25. 01. 04

WhatsApp Image 2025 01 04 at 21.40.26

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, keterampilan dalam bidang komputer menjadi salah satu kebutuhan penting di dunia pendidikan. MTs Ihyaul Ulum memahami pentingnya kemampuan ini dan memberikan pembelajaran yang aplikatif, salah satunya melalui kegiatan perakitan komputer.

Tahapan Proses Perakitan Komputer

Di MTs Ihyaul Ulum, siswa diajarkan keterampilan dasar hingga menengah dalam perakitan komputer. Proses ini dilakukan secara bertahap agar siswa dapat memahami dan menguasai setiap langkahnya. Berikut adalah tahapan yang dilakukan:

1. Pengenalan Komponen Komputer

Sebelum memulai perakitan, siswa diperkenalkan dengan berbagai komponen komputer, seperti motherboard, prosesor, RAM, hard disk, power supply, casing, dan lainnya. Guru menjelaskan fungsi masing-masing komponen dan bagaimana cara kerjanya.

2. Persiapan Peralatan dan Komponen

Setelah memahami teori, siswa diminta untuk mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan, seperti obeng, kabel, dan komponen komputer. Kebersihan dan keamanan kerja juga menjadi perhatian utama untuk memastikan proses berjalan lancar.

3. Proses Perakitan

Tahap inti adalah merakit komputer. Siswa melakukan langkah-langkah berikut di bawah bimbingan guru:

  • Memasang Prosesor: Prosesor dipasang dengan hati-hati ke dalam slot motherboard.
  • Pemasangan RAM dan Storage: RAM dan hard disk/SSD dipasang sesuai tempatnya.
  • Menghubungkan Power Supply: Kabel power disambungkan ke motherboard dan komponen lainnya.
  • Merakit dalam Casing: Semua komponen disusun ke dalam casing komputer.

4. Pengujian Sistem

Setelah semua komponen dirakit, komputer dihidupkan untuk memastikan sistem berjalan dengan baik. Jika ada masalah, siswa diajarkan cara mendiagnosis dan memperbaikinya.

5. Instalasi Sistem Operasi

Tahap akhir adalah menginstal sistem operasi, seperti Windows atau Linux, agar komputer siap digunakan.

Manfaat Kegiatan Perakitan Komputer

Melalui kegiatan ini, siswa MTs Ihyaul Ulum mendapatkan berbagai manfaat:

  • Pemahaman Teknologi: Siswa mengenal struktur dasar komputer dan cara kerjanya.
  • Pengembangan Keterampilan Teknis: Mereka mampu merakit, memperbaiki, dan memelihara komputer.
  • Persiapan Karir: Keterampilan ini menjadi bekal untuk peluang kerja atau studi lanjutan di bidang teknologi informasi.

Dukungan dan Fasilitas di MTs Ihyaul Ulum

Untuk mendukung pembelajaran, MTs Ihyaul Ulum menyediakan laboratorium komputer yang dilengkapi dengan alat dan bahan yang memadai. Guru yang kompeten di bidang teknologi informasi juga selalu siap membimbing siswa dalam setiap tahap pembelajaran.

Kesimpulan

Proses perakitan komputer di MTs Ihyaul Ulum merupakan salah satu langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang melek teknologi. Dengan keterampilan ini, siswa tidak hanya belajar tentang komputer tetapi juga mengembangkan kemampuan problem-solving, kreativitas, dan kerja sama tim.

in Informasi Terkini
25. 01. 04

PENGUMUMAN PENERIMAAN SISWA BARU DI MTS IHYAUL ULUM

in Informasi Terkini
24. 02. 12

 

 WhatsApp Image 2025 01 16 at 13.19.19

 

Di Madrasah Tsanawiyah Ihyaul Ulum (MATSIU), berbagai langkah konservasi energi telah diterapkan sebagai bagian dari program sekolah berwawasan lingkungan. Kepala madrasah memberlakukan kebijakan yang mencakup penghematan penggunaan listrik, air, bahan bakar, serta pemanfaatan fasilitas sekolah secara efisien.

Melalui upaya bersama ini, kebiasaan hemat energi semakin melekat di kalangan siswa, guru, dan staf madrasah. Para guru secara aktif memberikan edukasi terkait cara-cara sederhana menghemat energi, seperti meminimalkan konsumsi listrik. Edukasi ini bertujuan untuk membentuk kesadaran siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan dan turut serta mewujudkan sekolah yang ramah energi.

Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah penggunaan peralatan listrik hemat energi di seluruh area madrasah. Selain itu, siswa dan staf didorong untuk mematikan lampu, kipas angin, dan perangkat elektronik lainnya di ruangan yang tidak sedang digunakan, terutama saat siang hari ketika pencahayaan alami cukup memadai. Perangkat elektronik seperti komputer dimatikan atau di-shutdown jika tidak digunakan dalam waktu lama. Sebelum meninggalkan sekolah, petugas memastikan semua sumber listrik telah dicabut guna menghindari pemborosan energi.

Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti telepon dan internet diatur agar hanya digunakan untuk keperluan penting. Penggunaan kendaraan operasional juga dibatasi hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak. Langkah ini tidak hanya bertujuan menghemat bahan bakar, tetapi juga mendukung pengurangan emisi polusi serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan efisien.

Untuk menanamkan budaya hemat energi, pihak madrasah berupaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Langkah-langkah sederhana ini diharapkan dapat membawa dampak positif, tidak hanya bagi madrasah tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Dengan bersama-sama melakukan upaya ini, madrasah turut mendukung keberlanjutan cadangan energi nasional, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan berorientasi pada masa depan.

in Informasi Terkini
24. 02. 10

COVER HEMAT LISTRIK

 

 

 

MADRASAH GO-GREEN (HEMAT ENERGI LISTRIK)